Detaksilampari.com, MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) menegaskan komitmennya dalam mitigasi perubahan iklim global melalui kolaborasi strategis tingkat internasional.
Komitmen tersebut ditunjukan Pemkab Mura saat menghadiri Kunjungan Lapangan Proyek Kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama United Nations Office for Project Services (UNOPS), di Desa Sadar Karya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (28/4/2026).
Mewakili Pemkab Mura, hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dr Wahyu Wibisono Wahid, Kepala Dinas Kominfo Musi Rawas, Febrian Saputra. Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Musi Rawas. Camat Purwodadi dan Kepala Desa Sadar Karya beserta perangkat desa.
Dalam kunjungan tersebut, Staf Ahli Bupati Wahyu Wibisono Wahid secara simbolis melakukan penanaman 350 bibit pohon petai, di Desa Sadar Karya, Purwodadi, Kabupaten Mura.
Dikatakannya, langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya konkret untuk menjaga kelestarian ekosistem lokal. Kemudian, nantinya akan memberikan nilai ekonomis bagi warga di masa depan melalui hasil panen. Serta, mendukung keberhasilan target ProKlim di wilayah Kabupaten Musi Rawas.
“Kami Pemerintah Kabupaten Musi Rawas berharap sinergi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjamin keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang,” harapnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan organisasi internasional seperti UNOPS lanjutnya, Musi Rawas optimis mampu menjadi garda terdepan dalam aksi penyelamatan iklim berbasis kemasyarakatan di Sumatera Selatan.
Sementara itu diketahui, Program bertajuk “Penguatan Aksi Iklim Berbasis Desa” (periode 2024–2026) ini merupakan inisiatif UNOPS bersama KLH untuk mendukung implementasi 100 inisiatif Program Kampung Iklim (ProKlim) di Sumatera Selatan.
Sebagai badan PBB yang ahli dalam infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan, UNOPS memilih Desa Sadar Karya sebagai salah satu lokasi prioritas untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Serta, mengurangi emisi gas rumah kaca melalui aksi nyata di lapangan dan memperkuat kapasitas warga desa dalam mengelola lingkungan secara mandiri. **
Editor : Andi Salahudin













