Detaksilampari.com, MUSI RAWAS – Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno, secara resmi membuka acara dialog strategis mengenai percepatan penuntasan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) tahun 2026.
Acara yang berlangsung di Auditorium Pemkab Musi Rawas, Selasa (19/05/2026) ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target nasional.
Dalam sambutannya, Wabup Suprayitno memaparkan data krusial mengenai beban penyakit menular di Indonesia. Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2025, Indonesia menempati peringkat kedua global dalam kasus Tuberkulosis setelah India, dengan angka mencapai 1.090.000 kasus positif dan merenggut 125.000 jiwa.
Di level daerah, Kabupaten Musi Rawas mencatat dinamika yang beragam sepanjang tahun 2025.
Tuberkulosis (TBC) ditemukan 762 kasus. HIV/AIDS tercatat 26 kasus yang tersebar di beberapa kecamatan. Sedangkan, Malaria, Musi Rawas mempertahankan status Eliminasi Malaria sejak menerima sertifikat dari Kemenkes RI pada tahun 2022.
Wabup menegaskan bahwa penanggulangan ATM tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Sesuai dengan RPJMN, pemerintah mengejar target eliminasi pada tahun 2030 melalui kampanye Three Zero yakni, Zero New Infection (Tidak ada infeksi baru). Zero AIDS-Related Deaths (Tidak ada kematian akibat AIDS). Dan Zero Discrimination (Tidak ada diskriminasi terhadap ODHA).
“Masalah ATM ini kompleks karena penyebarannya masif dan pengobatannya butuh waktu lama. Saya instruksikan kepada seluruh OPD, badan, lembaga, hingga pemerintah desa untuk menyusun perencanaan kegiatan yang beririsan dengan penanganan ATM,” tegas H Suprayitno.
Melalui kegiatan ini kata Wabup, diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan komitmen daerah demi mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan bermartabat dengan derajat kesehatan yang lebih tinggi.
Hadir dalam kegiatan ini Adinkes Pusat, Sawijan Gunadi, M.Kes (Badan Eksekutif) dan Caprina Runggu Hasiholan (Koordinator Program). Pengurus Adinkes Sumsel dan perwakilan Kepala OPD Provinsi Sumsel. Ketua TP-PKK Mura, Ketua Komisi III DPRD Mura, mewakili Kapolres Mura, Kakan Kemenag, serta jajaran Camat, Lurah, dan Kepala Desa lingkup Pemkab Mura.
Juga hadir tim kesehatan dan pendampingan seperti, Direktur RS Sobirin, Kepala UPT, Tenaga Ahli Pendamping Desa, dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat. **
Editor : Andi Salahudin













